Rabu, 28 November 2018

APAKAH ‘MEMENANGKAN JIWA’ ADALAH BUKTI PEMBERITAAN INJIL YANG BENAR?

Oleh: Join Kristian Zendrato

Sewaktu saya masih mengenyam pendidikan teologia di bangku kuliah, saya sering mendengar orang-orang yang berkata kepada kami, “Kamu harus memenangkan jiwa dalam pelayananmu. Jangan merasa sudah memberitakan Injil jika kamu belum memenangkan jiwa.” Mereka memaksudkan memenangkan jiwa sebagai mempertobatkan seseorang menjadi pengikut Kristus. Jadi, pemberitaan Injil yang benar mereka hubungkan dengan memenangkan jiwa.

Dulu saya mengaminkan kata-kata seperti itu. Tetapi, pada akhirnya saya menemukan bahwa konsep semacam demikian tidaklah Alkitabiah. Ada beberapa alasan mengapa konsep seperti itu tidak Alkitabiah:

Pertama. Menganggap bahwa seseorang telah memberitakan Injil dengan benar hanya jika pemberita Injil itu berhasil mempertobatkan orang lain adalah anggapan yang bertentengan dengan Alkitab.

Saya mengakui bahwa Tuhan bisa saja mempertobatkan orang berdosa melalui pemberita Injil. Tetapi kita perlu mengingat juga bahwa tak selamanya itu terjadi. Kita tetap bisa yakin telah memberitakan Injil dengan benar walaupun pendengar kita tidak percaya, asalkan kita memang benar-benar memberitakan Injil yang Alkitabiah. Ketika Injil itu diberitakan maka yang terjadi hanya dua hal, pertama, ada yang percaya, dan kedua, ada yang tidak percaya. Paulus mengatakan bahwa ketika ia memberitakan Injil,di satu sisi, ia adalah bau harum bagi orang percaya, tetapi di satu sisi dia adalah bau kematian bagi orang yang tidak percaya. Dalam 2 Korintus 2:14-17, Paulus menulis: 
Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa. Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian? Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.
Jadi, jika kita telah memberitakan Injil dengan benar, maka bisa saja orang yang mendengarnya menjadi percaya. Tetapi juga, jika kita telah memberitakan Injil dengan benar, tetapi orang yang mendengarnya tetap tidak percaya, kita harus yakin bahwa kita telah memberitakan Injil. Bukan hasil yang meyakinkan kita telah memberitakan Injil, tetapi apakah Injil yang kita sampaikan itu sesuai dengan Alkitab atau tidak, itulah yang meyakinkan kita telah memberitakan Injil.

Jadi, menurut saya, adalah salah untuk mengukur apakah seseorang sudah memberitakan Injil dengan benar atau tidak dari hasil penginjilan itu.

Kedua. Pertobatan seseorang kepada Injil, sama sekali bukan karena usaha pemberita Injil. Itu sepenuhnya karya Allah dari awal sampai akhir. Contoh yang paling terkenal untuk hal ini adalah Lidia. Dalam  Kisah Para Rasul 16:14, kita membaca “Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.” Dalam teks di atas, yang berinisiatif pertama-tama adalah Allah “Tuhan membuka hatinya.” Lalu hasil dari tindakan Allah itu adalah “ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.” Dan di Kisah Para Rasul 16:40, kita melihat bahwa Lidia sudah menjadi orang percaya. Jadi, menurut saya, percayanya Lidia kepada Kristus yang diberitakan Paulus adalah karya Allah sendiri.

Ini semakin jelas ketika kita mengetahui bahwa ‘iman’ itu sendiri dianugerahkan oleh Allah kepada orang yang dikehendaki-Nya Ia berikan. Dalam Filipi 1:29, kita membaca, “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.” Teks di atas jelas mengatakan bahwa kepercayaan kepada Kristus pun adalah karunia. Seseorang tidak bisa percaya tanpa dikaruniakan kepada-Nya oleh Allah.

Kemudian dalam Ibrani 12:2, kita membaca, “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” Dalam hal ini, kalimat yang diterjemahkan oleh LAI sebagai “yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan” merupakan terjemahan yang kurang tepat. Beberapa versi bahasa Inggris lebih baik dalam penterjemahannya atas kalimat ini. KJV menterjemahkannya “Jesus the author and finisher of our faith” (Yesus pencipta dan penyelesai dari iman kita). NIV menterjemahkannya, “Jesus, the author and perfecter of our faith” (Yesus, pencipta dan penyempurna dari iman kita). NASB juga menterjemahkannya sebagai, “Jesus, the author and perfecter of faith” (Yesus, pencipta dan penyempurna dari iman). Jadi, baik KJV, NIV dan NASB menginformasikan secara eksplisit bahwa Yesus adalah pencipta (author) iman itu sendiri.

Sekarang dari beberapa data Perjanjian Baru di atas, saya bisa menyimpulkan bahwa jika seseorang percaya kepada Kristus, maka yang membuat dia percaya kepada Kristus adalah Allah sendiri, bukan manusia. Allah memang memakai kita untuk menyampaikan Injil itu, tetapi hasil akhirnya, entah pendengar kita menjadi percaya atau tidak merupakan urusan Tuhan sendiri.

Jadi bagi saya, tuntutan yang mengharuskan seorang penginjil untuk mempertobatkan orang lain, dan dengan demikian penginjil itu baru dianggap sudah memberitakan Injil adalah omong kosong yang bertentangan dengan Alkitab. Pertobatan adalah karya Allah bukan karya penginjil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DOKTRIN PREDESTINASI REFORMED (CALVINISME)

Oleh: Join Kristian Zendrato A. PENDAHULUAN Dalam tulisan singkat ini, saya akan membahas doktrin predestinasi yang merupakan sala...