Selasa, 13 November 2018

APA ITU INJIL?

Oleh: Join Kristian Zendrato

Saya baru saja membaca artikel yang ditulis oleh R. C. Sproul yang berjudul What is the Gospel? (Apakah Injil Itu?) Artikel Sproul tersebut dapat anda baca di sini. Dalam artikel itu Sproul mengingatkan kita bahwa banyak orang Kristen yang salah mengerti mengenai Injil itu sendiri.

Pertama-tama Sproul mengatakan bahwa tidak ada pesan yang lebih agung (greater message) untuk didengar dari pada apa yang kita sebut Injil. Tetapi Sproul mengatakan bahwa Injil itu sendiri juga sering didistorsi (dirusak) atau disederhanakan secara berlebihan. Karena banyak orang yang menyangka bahwa mereka telah memberitakan Injil kepada seseorang ketika mereka berkata kepada orang lain, “Anda dapat mempunyai tujuan hidup,” “Anda dapat memiliki makna hidup,” atau “Anda dapat memiliki hubungan pribadi dengan Yesus.” Sproul tidak menyangkal bahwa hal-hal di atas itu benar dan penting. Tetapi menyamakan hal-hal di atas dengan Injil adalah tindakan yang salah.

Injil itu secara sederhana disebut good news (kabar baik). Injil itu disebut sebagai kabar baik karena itu membahas masalah paling serius (most serious problem) yang dimiliki oleh manusia. Secara sederhana masalahnya adalah begini: Allah itu kudus dan Dia adil, sedangkan saya tidak. Dan di akhir hidup saya, saya akan berdiri dihadapan Allah yang adil dan kudus, dan saya akan dihakimi.

Nah, sekarang, kabar baik dari Injil adalah bahwa Yesus hidup dalam kebenaran yang sempurna, ketaatan yang sempurna kepada Allah, bukan untuk kebaikan-Nya sendiri tetapi untuk umat-Nya. Dia telah melakukan untuk saya apa yang tidak mungkin saya lakukan untuk diri saya sendiri. Tetapi bukan hanya Dia hidup dalam ketaatan yang sempurna, Dia juga memberikan diri-Nya sebagai korban yang sempurna untuk memuaskan keadilan dan kebenaran Yahweh. Inilah Injil yang sejati.

R.C. Sproul kemudian mengatakan bahwa kesalahpahaman di zaman kita adalah bahwa Allah dilihat tidak berkepentingan untuk melindungi integritas-Nya. Dia dilihat sebagai seorang dewa yang plin-plan (He is a kind of wishy-washy deity), yang dengan mudah melambaikan tongkat pengampunan atas semua orang. Tetapi itu adalah anggapan yang tidak benar sama sekali. Perhatikan bahwa supaya Allah bisa mengampuni Anda maka itu adalah sesuatu yang sangat mahal. Dia mengorbankan Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus. Begitu berharganya pengorbanan Yesus itu dinyatakan dengan tindakan Allah membangkitkan Dia dari kematian - sehingga Kristus mati bagi kita, Dia dibangkitkan untuk pembenaran kita. Jadi Injil adalah sesuatu yang obyektif. Artinya bahwa peristiwa kematian dan kebangkitan Kristus itu benar-benar terjadi dalam sejarah. Itu adalah pesan tentang siapa Yesus dan apa yang Dia lakukan.

Sproul mengatakan bahwa Injil itu juga memiliki dimensi subjektif. Bagaimana manfaat pengorbanan Yesus secara subjektif  diberikan kepada kita? Bagaimana saya mendapatkannya? Alkitab menjelaskan bahwa kita dibenarkan bukan oleh pekerjaan kita, bukan oleh upaya kita, bukan oleh perbuatan kita, tetapi oleh iman - dan hanya oleh iman (by faith–and by faith alone). Satu-satunya jalan supaya Anda dapat menerima manfaat dari kehidupan dan kematian Kristus adalah dengan menaruh kepercayaan (trust) Anda kepada-Nya — dan hanya kepada-Nya. Anda melakukan itu, Anda dinyatakan benar oleh Tuhan, Anda diadopsi ke dalam keluarga-Nya, Anda diampuni dari semua dosa Anda, dan Anda telah memulai perjalanan Anda untuk kekekalan.

Tuhan memberkati!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DOKTRIN PREDESTINASI REFORMED (CALVINISME)

Oleh: Join Kristian Zendrato A. PENDAHULUAN Dalam tulisan singkat ini, saya akan membahas doktrin predestinasi yang merupakan sala...