Minggu, 09 Desember 2018

BAYI YANG MENGGANGGU HERODES

Oleh: Join Kristian Zendrato 

Saya rasa, adalah sesuatu yang luar biasa bahwa orang-orang Majus dari Timur bisa bertemu dan menyembah Yesus. Dengan petunjuk Tuhan (menggunakan bintang), orang-orang Majus berusaha mencari Yesus. Mereka tentunya harus melakukan perjalanan yang jauh dan mungkin berbahaya, tetapi hal itu tidak membuat niat mereka untuk mencari “Raja” itu kian redup. Dengan suplai kebenaran yang “serba sedikit” itu, mereka pada akhirnya bisa menemukan Yesus Sang Raja.
  
Tetapi kontras dengan orang-orang Majus itu adalah Herodes, dan imam-imam kepala, serta ahli-ahli Taurat Yahudi. Mereka justru tidak tahu menahu tentang kelahiran Raja itu. Ini merupakan kontras yang menggelikan. Bagaimana tidak, orang-orang Majus yang jauh justru lebih tahu dari pada orang-orang yang dekat secara fisik seperti Herodes, imam-imam kepala, serta ahli Taurat Yahudi.
  
Ini adalah peringatan untuk kita. Bisa saja kita terlihat dekat, tetapi sebenarnya jauh dari Kristus. Kita sering pergi ke Gereja, melayani Tuhan, dan sebagainya. Tetapi itu tidak menjamin bahwa kita dekat dengan Kristus. Bahkan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat yang mengenal nubuatan tentang Kristus itu (bdk. Mat. 2:4-6) tetap jauh dari Kristus. Saya rasa, banyak orang yang juga merayakan Natal pada saat ini, tetapi sesungguhnya mereka jauh dari Kristus. Apakah itu termasuk Anda?

Maka ketika orang-orang Majus mengunjungi Herodes dan bertanya kepadanya, “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya dari Timur dan kami datang untuk menyembah Dia” (Mat. 2:2), respons dari Herodes adalah sebagai berikut: “Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem” (Mat. 2:3).
  
Dalam KJV, RSV, dan NASB, kata “terkejutlah” diterjemahkan sebagai was troubled (terganggu), dan NIV menterjemahkannya dengan was disturbed (terganggu). Maka kesimpulannya adalah ketika Herodes mendengar bahwa ada “Raja” baru yang lahir, maka ia terganggu. Mungkin saja Herodes terganggu karena takut kehilangan status quo gara-gara Raja baru itu. Tetapi yang mengherankan adalah orang-orang Majus itu secara eksplisit menyatakan bahwa Raja itu baru dilahirkan (Mat. 2:2), dan dengan demikian Raja baru itu masih Bayi, dan belum bisa berbuat apa-apa. Tetapi inilah yang terjadi: kelahiran seorang Bayi ini mengganggu Herodes. Sehingga Ia berusaha mencari tahu keberadaan Bayi itu supaya bisa membunuh-Nya.

Selanjutnya, bukan hanya Herodes yang merasa teranggu. Matius mencatat juga bahwa “seluruh Yerusalem” ikut terganggu. Mengapa mereka terganggu? Mungkin karena mereka takut akan reaksi Herodes yang kejam gara-gara kelahiran Raja baru itu. Dan ini memang terbukti nantinya ketika Herodes membunuh semua anak-anak di Betlehem dan sekitarnya yang berumur dua tahun ke bawah (Mat. 2:16-18).
  
Saya bisa mengatakan bahwa terganggunya Herodes karena kedatangan Kristus terjadi karena kebodohan teologis. Jika ia sadar dan mengetahui bahwa Yesus datang untuk menyelamatkan manusia berdosa (bukan untuk menghancurkan kerajaan Herodes) maka tentunya ia tidak akan terganggu. Tetapi karena kebodohan inilah ia justru terganggu. Kebodohan ini membuat ia salah paham dengan Kristus, sehingga ia berniat membunuh-Nya.
  
Jika dulu Herodes terganggu karena kedatangan Kristus, maka rasa terganggu ini terus-menerus ada sepanjang masa ketika Kristus diberitakan. Orang-orang yang sering terganggu karena pemberitaan Injil adalah saudara-saudara Herodes yang bodoh “zaman now.” Anda akan menemukan orang-orang seperti Friedrich Nietszche (meninggal 1900) ketika Anda memberitakan Kristus. Nietszche dalam bukunya The Anti-Christ (1895) mengecam segala sesuatu yang buruk dan dekaden. Dan ia berkomentar bahwa tidak ada yang lebih dekaden daripada Kekristenan itu sendiri. Mengenai Allah Kristen, John Stott menyatakan bahwa
Nietszche menyimpan segala caci makinya yang paling kasar untuk “konsepsi Kristen tentang Alah” sebagai “Allah orang sakit, Allah sebagai laba-laba, Allah sebagai roh [dengan nada ejekan],” dan untuk Mesias Kristen yang dengan penuh penghinaan ditolaknya sebagai “Allah di atas Salib.”[1]
Apakah Anda merasa diganggu juga oleh Kristus? Bukankah Anda merasa diganggu karena Dia melarang Anda bekerja pada hari Minggu? Bukankah Anda merasa diganggu karena Dia melarang Anda berzinah? Bukankah Anda merasa diganggu karena Dia menuntut Anda untuk jujur dalam usaha apa pun? Jika Anda terganggu karena Firman Kristus, maka saya harus menyatakan bahwa Anda tidak berbeda dengan Herodes.

[1]John Stott, Salib Kristus, terj. Grace Purnama Sari (Surabaya: Momentum, 2015), hal. 52. Judul asli The Cross of Christ, 20th anniversary edition (with study guide) (Surabaya: Momentum, 1986).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DOKTRIN PREDESTINASI REFORMED (CALVINISME)

Oleh: Join Kristian Zendrato A. PENDAHULUAN Dalam tulisan singkat ini, saya akan membahas doktrin predestinasi yang merupakan sala...